Bondowoso - Sebanyak 115 PPK Kabupaten Bondowoso yang tercatat sebagai pendaftar ditetapkan sebagai anggota panitia pemilihan kecamatan atau PPK di Bondowoso. Mereka dilantik pada, Rabu (4/1).
Adapun Anggota PPK yang dilantik mengenakan kebaya dan baju yang beragam warna. Ternyata hal itu sebagai cerminan sistem politik yang beragam.
Ketua KPU Bondowoso, Junaidi berpesan agar penyelenggara Pemilu dalam hal ini PPK di Bondowoso tidak boleh menjadi partisipan partai politik.
"Mereka yang sudah dilantik, dipastikan sudah menjalankan itu semua," kata Komisioner KPU tersebut.
Komisioner KPU dua periode ini pun juga mengungkapkan, sempat ada pendaftar yang mengajukan keberatan. Karena NIK-nya dicatut partai politik dalam Sippol oleh salah satu partai.
“Sudah kami layani semua yang mengajukan keberatan,” jelasnya.
Dikataka bahwa dalam proses rekrutmen PPK di Bondowso sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk saat proses CAT dan tes wawancara.
Dia menegaskan, bahwa tidak ada intervensi dari pihak manapun. Sehingga anggota PPK di Bondowoso yang dilantik, memang memiliki kapasitas mumpuni.
“Kami transparan terkait nilai. Berapapun nilainya kami tampilkan langsung,” tegas dia.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bondowoso, Salwa Arifin. Dia menilai KPU yang sudah menjalankan tahapan dengan baik.
Menurutnya, seleksi PPK di Bondowso tahun ini cukup berbeda dengan tahun sebelumnya. Khususnya pada saat pelaksanaan tes CAT.
Dia menilai tidak ada kesempatan untuk melakukan kecurangan. “Dari ribuan orang yang mendaftar, ternyata yang terpilih hanya 115 orang,” kata dia.
Bupati juga terkesan dengan Anggota PPK di Bondowoso yang mengenakan kebaya atau baju beragam. Sebab dalam politik, warna cukup identik dengan partai politik yang ada. “Ini merupakan suatu bentuk keberagaman yang ada di politik,” jelas dia

