Singarajamedia.co -- Dandim 1603/BLL Letkol Inf Achmad Setyawan Syah bersama jajaran Polres Buleleng Kembali mendatangi lokasi musibah banjir bandang di Desa Banjar Buleleng.
Akibat dampak curah hujan deras mengguyur Buleleng terparah di Desa Banjar pada (6/3/2026) sekitar pukul 19.20 wita mengakibatkan volume air dari daerah ketinggian Banyuatis, Gobleg di posisi hulu mengalir kesungai Tukad Mendaung.
Luapan ini diperkirakan membawa lumpur dan menghanyutkan 4 korban meninggal yaitu Dewa Ketut Adi Suarjaya alias Dewa Kecuk warga Dusun Santal (51), dan 1 keluarga Komang Suci (44), Kadek Wahyu Gunawan (12),Luh Putu Wini(17)
Banjir bandang dari Tukad Mendaung dan sekitarnya dengan diketinggian 7 meter bahkan rumah warga di Dusun Ambengan Desa Banjar Kecamatan Banjar terendam.
Sementara Di Desa Lainnya, di Hulu jembatan Desa Bestala hampir putus bahkan sungai semakin lebar akibat digerus, dikabarkan curah hujan tinggi dari Desa Banyuatis,Gobleg melewati Desa Tirtasari, Bestala begitu parah sehingga menuju hilir di Desa Banjar dan menelan 4 korban.
Dandim 1603/BLL Letkol Inf Achmad Setyawan Syah dalam kunjungannya pada Minggu (08/03/2026) terlihat sangat prihatin atas musibah dialami warga Banjar/Buleleng.
“Kami sudah siapkan pasukan untuk stand bay membantu warga-warga yang rumahnya terendam, tertimbun material banjir, dan kita upayakan bersih dan pohon-pohon yang masih menghalangi sungai kita bersihkan bersama BPBD Buleleng, tim dilapangan baik Polri dan masyarakat”ujar Dandim Buleleng Letkol Inf Achmad Setyawan
Dandim Buleleng (8/3) terlihat ikut bersihkan lumpur di SD 5 Banjar, sebelumnya Letkol Inf Achmad Setyawan ikut dalam pencarian dengan menelusuri bibir sungai Mendaung.
Sampai saat berita ini turun dua korban Kadek Wahyu Gunawan (12) ,Luh Putu Wini(17) masih belum ditemukan, tim telah menelusuri yang dipimpin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman.***



