Iklan

terkini

Buldetech Membrane, Inovasi Putra Daerah Bawa Nama Buleleng ke 117 Inovasi Paling Prospektif Indonesia 2025

Redaksi Media
Sabtu, 28 Februari 2026, Februari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-02-28T16:03:01Z


Jakarta-- Inovasi teknologi Buldetech Membrane yang dikembangkan putra daerah berhasil mengantarkan Kabupaten Buleleng masuk dalam jajaran 117 karya paling prospektif Indonesia 2025 versi Business Innovation Center (BIC). Inovasi ini lahir dari kebutuhan mengolah anggur lokal menjadi produk bernilai tambah nonalkohol secara ramah lingkungan dan berdaya saing.


Buldetech dikembangkan sebagai solusi atas melimpahnya produksi anggur Buleleng yang kerap belum termanfaatkan optimal saat panen raya. Melalui teknologi membran dealkoholisasi tanpa destilasi suhu tinggi, inovasi ini mampu menghasilkan minuman fermentasi nonalkohol yang tetap menjaga aroma dan kandungan nutrisi asli sari buah.


“Inovasi ini kami rancang agar efisien, hemat energi, dan dapat diterapkan pada skala industri kecil hingga UMKM. Kami juga memanfaatkan material lokal seperti zeolit dan kitosan, sehingga lebih terjangkau dan berkelanjutan,” ujar I Putu Pandu Setiawan selalu owner BULDE Anggur dari CV. Pioner Akselerasi Sejahtera yang sekaligus sebagai inovator dikonfirmasi via telp, Sabtu,(28/2).


Dijelaskan oleh Pandu, keunggulan Buldetech Membrane terletak pada prosesnya yang tidak merusak karakter rasa buah, sekaligus menghasilkan produk unik berupa minuman fermentasi nonalkohol yang dapat dinikmati semua kalangan sebagai alternatif minuman sehat tanpa efek memabukkan.


"Perjalanan inovasi ini tidak singkat. Selama kurang lebih 10 bulan, karya tersebut melalui proses seleksi ketat BIC dan bersaing dengan 4.674 inovator serta 6.729 proposal dari 28 provinsi di Indonesia dan luar negeri. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kebaruan, dampak ekonomi, keberlanjutan, serta kesiapan implementasi. Buldetech akhirnya terpilih dan terbit dalam e-book Challenger 117 Inovasi Indonesia 2025 Toward ASEAN Community Vision."ungkapnya.


Disisi lain Pandu menerangkan, bagi Kabupaten Buleleng, capaian ini menjadi bukti bahwa daerah mampu melahirkan inovasi teknologi yang relevan secara nasional. Hal tersebut sekaligus memperkuat citra Buleleng sebagai daerah berbasis pendidikan dan pengembangan potensi lokal.


"Pengembangan inovasi ini juga mendapat dukungan ekosistem dari Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui kolaborasi dengan BRIDA Kabupaten Buleleng dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Dukungan tersebut memungkinkan inovasi diuji dan dikembangkan secara aplikatif di lapangan,"akunya.


Diceritakan secara historis oleh Pandu, gagasan ini telah dirintis sejak dirinya mahasiswa di lingkungan civitas akademika Undiksha, khususnya Jurusan Kimia. Melihat potensi besar anggur lokal yang belum tergarap maksimal,pada tahun 2022 tim mendirikan CV Pionir Akselerasi Sejahtera dengan merek BULDE (Buleleng Dealkoholic/Pride) yang berlokasi di Desa Pengastulan Kecamatan Seririt sebagai fondasi usaha berkelanjutan dan berorientasi profit.


Ke depan, pasca penghargaan dari BIC, pihaknya menargetkan hilirisasi produk, peningkatan kapasitas produksi, kolaborasi riset lanjutan, serta membuka peluang investasi dan penguatan legalitas. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pemberdayaan petani anggur sekaligus memperkuat industri minuman lokal Buleleng.


"Kami berpesan kepada generasi muda Buleleng untuk berani bermimpi dari potensi daerah sendiri. Jangan takut mencoba dan jadikan inovasi sebagai jalan memberi dampak bagi masyarakat. Masa depan Buleleng sebagai kota pendidikan dibangun oleh keberanian untuk berkarya,” pungkasnya.(wd).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Buldetech Membrane, Inovasi Putra Daerah Bawa Nama Buleleng ke 117 Inovasi Paling Prospektif Indonesia 2025

Terkini

Iklan