Denpasar -- Sarhos Darian-Dumitru Romana Seorang warga negara asing (WNA) asal Rumania, ia diduga menjadi korban pengeroyokan di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Kesiman, Denpasar Timur, pada Sabtu (27/6/2026) dini hari hingga korban mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi.
Peristiwa Pengeroyoka ini juga langsung dilaporkan ke Polresta Denpasar dengan Nomor registrasi LP/B/381/VI/2026/SPKT/Polresta Denpasar/Polda Bali.
Kuasa hukum korban, I Gusti Putu Adi Kusuma Jaya, S.H atau yang akrab dipanggil Gus Adi juga menjelaskan bahwa kronologi kejadian bermula ketika kliennya datang ke tempat hiburan malam bersama sang kekasih.
Nah, saat sedang Korban berbincang di meja mereka, ia kemudian diundang untuk bergabung ke meja lain yang ditempati sejumlah orang yang belakangan diduga menjadi pelaku.
"Klien saya senang berbaur dengan masyarakat lokal sehingga memenuhi undangan tersebut tanpa memiliki rasa curiga sedikit pun," ujar Gus Adi.
Namun, menurutnya, situasi berubah secara tiba-tiba. Saat berada di meja tersebut, korban diduga langsung dipukul hingga terjatuh. Ketika terjatuh, korban kembali diduga dipukul dan ditendang secara bertubi-tubi oleh lebih dari satu orang hingga mengalami luka serius.
Beruntung aksi pengeroyokan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian dan diharapkan dapat menjadi salah satu alat bukti dalam proses penyidikan.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami retak pada tulang di sekitar rongga mata, retak pada bagian dagu atau rahang, patah gigi yang menyebabkan kerusakan pada gusi, serta pergeseran tulang hidung.
Dari hasil pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara, korban harus menjalani operasi paling lambat dalam waktu dua minggu. Saat ini, bagian hidung korban juga dilaporkan mengalami infeksi yang diduga akibat pendarahan pascakejadian.
"Biaya operasi diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta hingga Rp45 juta," ungkap Advokat Gus Adi.
Ia juga mengungkapkan bahwa setelah kejadian, kliennya diduga sempat mendapat ancaman. Saat seorang manajer tempat hiburan malam membantu korban membersihkan luka di kamar mandi, seseorang yang disebut sebagai rekan terduga pelaku diduga mencari korban sambil melontarkan ancaman. Peristiwa tersebut, kata dia, turut didengar oleh saksi yang berada di lokasi.
Pihaknya berharap kepolisian dapat mengusut tuntas perkara tersebut mengingat korbannya merupakan wisatawan.
"Kami berharap kepolisian benar-benar serius menangani perkara ini. Klien kami sejak awal tidak melakukan perlawanan. Jangan sampai muncul citra buruk terhadap keamanan pariwisata Bali," tegasnya.
Dikonfirmasi Senin (29/6/2026), Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H. membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polresta Denpasar telah melakukan penyelidikan dan penyidikan. Saat ini terduga pelaku telah berhasil diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan secara intensif serta dalam proses penetapan tersangka," ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Dari informasi yang diperoleh media bahwa salah seorang terduga pelaku diketahui merupakan pria berinisial KM yang berasal dari Desa Gegelang, Kabupaten Karangasem. Sementara itu, identitas terduga pelaku lainnya masih dalam proses penelusuran dan pendalaman oleh penyidik.
Hingga berita ini diterbitkan, Satreskrim Polresta Denpasar masih melanjutkan penyidikan dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan alat bukti, serta melengkapi berkas perkara sebelum menetapkan status hukum para terduga pelaku sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (TIM)
#PolrestaDenpasar
#PengeroyokanWNA
#Bali
.png)
