HUT KNPI Buleleng diwarnai Aksi Lingkungan Bertajuk GREEN YOUTH CAMP “Think Green, Act Now, Save Our Future”

Advertisement

Advertisement

HUT KNPI Buleleng diwarnai Aksi Lingkungan Bertajuk GREEN YOUTH CAMP “Think Green, Act Now, Save Our Future”

REDAKSI
Minggu, 11 Oktober 2026





BALI – Upaya menjaga kelestarian hutan di Bali tidak cukup hanya melalui kampanye lingkungan. Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi salah satu kunci untuk memastikan keberlanjutan hutan di tengah berbagai tantangan lingkungan.



Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan GREEN YOUTH CAMP bertema “Think Green, Act Now, Save Our Future” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Minggu (11/10/2026).



Kegiatan ini menjadi ruang bagi pemuda untuk memperluas wawasan mengenai pelestarian lingkungan, mengenali potensi hutan di Bali, serta membangun kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pengelola hutan, dan komunitas lingkungan.



Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Utara, Anang, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Kabupaten Buleleng memiliki kawasan hutan dengan luas sekitar 36.588 hektare. Kawasan tersebut mencakup hutan dengan fungsi dan karakteristik pengelolaan yang berbeda, termasuk hutan produksi dan hutan lindung.



Menurutnya, pemanfaatan kawasan hutan perlu dilakukan dengan memperhatikan fungsi ekologis serta ketentuan yang berlaku. Hutan tidak semata-mata dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga sebagai penyangga kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya.






Besarnya kawasan hutan di Buleleng menjadi potensi sekaligus tanggung jawab bersama. Tanpa kesadaran dan keterlibatan masyarakat, upaya menjaga kelestarian hutan akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.



Selain membahas kondisi hutan, kegiatan tersebut juga mengangkat pentingnya menjaga keberadaan tanaman khas Bali, salah satunya pohon majegau. Perwakilan komunitas lingkungan yang terlibat dalam kegiatan, termasuk Sungai Watch dan Green Study Adventures, turut memberikan perhatian terhadap isu pelestarian lingkungan dan keberlanjutan tanaman lokal.



Majegau dikenal sebagai salah satu tanaman yang memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat Bali, termasuk dalam tradisi dan kebudayaan. Namun, upaya budidayanya menghadapi tantangan tersendiri. Ketersediaan bibit, proses pertumbuhan, serta keberlanjutan penanaman menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.



Persoalan yang disoroti bukan sekadar bagaimana mempertahankan keberadaan pohon majegau, melainkan juga bagaimana memastikan penanaman kembali dilakukan ketika pohon dimanfaatkan. Tanpa upaya regenerasi, keberadaan tanaman yang memiliki nilai ekologis sekaligus budaya tersebut berpotensi semakin terancam.



Pelestarian majegau dengan demikian tidak cukup berhenti pada pengakuan terhadap nilai sakralnya. Diperlukan langkah nyata berupa pembibitan, penanaman, pemeliharaan, serta edukasi kepada masyarakat agar keberadaannya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.






Sementara itu, Sekretaris KNPI Buleleng, I Gede Diyana Putra, menegaskan bahwa GREEN YOUTH CAMP tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial untuk memperingati hari jadi organisasi kepemudaan.



“GREEN YOUTH CAMP dengan tema Think Green, Act Now, Save Our Future ini tidak hanya menjadi kegiatan formalitas. Kami ingin hasil diskusi yang dilakukan dapat diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk melalui kerja sama berkelanjutan dengan KPH dan komunitas terkait lainnya, Sebagai KNPI, kami memandang bahwa organisasi BEM, organisasi kepemudaan, dan organisasi kemasyarakatan perlu semakin dekat dengan isu-isu lingkungan. Persoalan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda." Ujarnya.



Menurut Diyana, kegiatan tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi pemuda untuk mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan lingkungan. Diskusi yang berlangsung perlu ditindaklanjuti dengan program konkret, sehingga gagasan yang muncul tidak berhenti sebagai wacana.



Kolaborasi antara KNPI, KPH, dan komunitas lingkungan dapat diarahkan pada kegiatan penanaman pohon, pengembangan pembibitan tanaman lokal, edukasi lingkungan, hingga pendampingan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.



Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan kepentingan bersama.



Melalui GREEN YOUTH CAMP, KNPI berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam persoalan lingkungan, tetapi turut mengambil bagian sebagai penggerak perubahan. Sebab, masa depan hutan tidak hanya ditentukan oleh luas kawasan yang dimiliki, tetapi juga oleh keseriusan manusia dalam menjaga dan memulihkannya.



Semangat Think Green, Act Now, Save Our Future pun menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar kepedulian. Diperlukan tindakan yang konsisten, kerja sama lintas komunitas, dan komitmen jangka panjang agar kekayaan alam Bali tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Ad Section